Translate
Sabtu, 13 Juni 2020
Jumat, 12 Juni 2020
Senin, 08 Juni 2020
Minggu, 27 Januari 2013
Teknik Perkawinan Sapi
- pola perkawinan yang kurang benar,
- pengamatan birahi dan waktu kawin tidak tepat,
- rendahnya kualitas atau kurang tepatnya pemanfaatan pejantan dalam kawin alam,
- rendahnya pengetahuan peternak tentang kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB)
- kurang terampilnya beberapa petugas IB sehingga sering gagal
Upaya peningkatan populasi ternak sapi dapat dilakukan dengan intensifikasi kawin alam melalui distribusi pejantan unggul terseleksi dari bangsa sapi lokal atau impor.
Pejantan yang digunakan berasal dari hasil seleksi seperti :
- Ciri-ciri pejantan sesuai dengan bangsa yang diinginkan, misalnya sapi Bali; Sapi Bali jantan berwarna hitam kemerahan dengan warna putih pada bagian pantat sampai perut dan lutut sampai ke tumit. Kerangka badan besar dengan dada lebar dan dalam yang membentuk kerucut kearah perut belakang.
- Bila diketahui catatan produksi dan asal usul/keturunan (recording), pilih ternak yang memiliki pertumbuhan di atas rata-rata. Sebagai patokan pada umur 2 tahun (dilihat dari giginya yaitu memiliki sepasang gigi tetap) berat berkisar 250 Kg atau lingkar dada sekitar 157 cm.
- Rangka badan besar dan panjang dengan tulang besar, dada lebar dan dalam dan mengerucut kearah perut belakang.
- Buah zakar lonjong dan besar dan simetris, seimbang antara kiri dan kanan
- Libido sex tinggi, dapat mengawini 3 betina sehari
- Memiliki temperamen yang tenang
- Nafsu makan tinggi
- Bebas dari penyakit reproduksi seperti Brucellosis , Leptospirosis, Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) dan Enzootic Bovine Leucosis (EBL).
- Induk dereman/manaan (nahunan), yakni dapat beranak setiap tahun,
- Skor kondisi tubuh 5 – 7,
- Badan tegap, sehat dan tidak cacat,
- Tulang pinggul dan ambing besar, lubang pusar agak dalam
2. Teknik kawin suntik (inseminasi buatan/IB)
a. Teknik IB dengan semen beku (frozen semen);
bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak sapi melalui penggunaan pejantan pilihan dan menghindari penularan penyakit atau kawin sedarah (inbreeding).
b. Teknik IB dengan semen cair (chilled semen);
proses pembuatan mudah dengan bahan pengencer yang murah, dapat dikerjakan oleh kelompok tani, motilitas dan sperma hidup lebih tinggi serta dapat disimpan dalam kulkas/cooler dengan suhu 5oC selama 7-10 hari serta mudah diterapkan di lapang; sedangkan kekurangannya adalah daya simpannya yang hanya sampai 10 hari setelah pemprosesan.
Gambar 16. Pelaksanaan IB
c. Cara mengawinkan
- Induk yang menunjukkan gejala birahi pada sore hari dapat dikumpulkan dengan pejantan sepanjang malam,
- Dara/Induk dianggap bunting apabila tidak birahi kembali setelah 21 hari dikawinkan.
- Sapi gelisah dan terlihat sangat tidak tenang.
- Sapi sering menguak atau melenguh-lenguh.
- Sapi mencoba menaiki sapi lain dan akan tetap diam bila dinaiki sapi lain.
- Pangkal ekornya terangkat sedikit dan keluar lendir jernih transparan yang mengalir melalui vagina dan vulva.
- Sapi dara sering memperlihatkan perubahan warna pada vulvanya yang membengkak dan ke merahmerahan.
- Sapi menjadi diam dan nafsu makannya berkurang.
tabel
Gambar 17. Tanda birahi sapi induk
Rabu, 05 Desember 2012
9 Tanaman Anti Polusi Di Dunia
|
|
|
|
Walau tanaman hijau diklaim dapat memperbaiki lingkungan,
namun ada beberapa tanaman yang memiliki nilai lebih. Misalnya dapat
menghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat
polusi udara. Berikut ini beberapa tanaman anti polusi :
1.Pohon Dadap Merah
Pohon
ini baik ditanam di halaman terbuka, karena bisa mengundang datangnya
para burung. Soalnya berbagai jenis burung suka sekali menyantap buah
si dadap merah ini.
2.Pohon Kelengkeng
Siapapun
tahu betapa enaknya rasa buah kelengkeng. Namun tahukah Anda kalau
pohon kelengkeng mampu meredam polusi suara. Itu sebabnya pada
pabrik-pabrik yang menggunakan genset, ada baiknya menanam pohon ini di
dekat genset tersebut.
3.Pohon Bungur dan Mahoni
Bungur dan Mahoni
Dikenal
mampu menyerap polutan udara seperti timbal. Maka kedua pohon ini
sebaiknya ditanam untuk penghijauan di kota-kota besar, dekat jalan
protokol yang padat lalu lintasnya. Bukan rahasia lagi kalau kendaraan
bermotor menjadi penyumbang timbal terbesar di udara.
Sebaliknya,
pohon seperti akasia sebaiknya jangan dijadikan pohon jalur hijau.
Mengapa? karena akasia menjadi salah satu pencetus asma. Begitu juga
pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu besar manfaatnya.
4.Bunga Warna-Warni
Tanaman
yang menyegarkan mata seperti bunga berwarna-warni mampu menjernihkan
pikiran kita, sehingga baik ditanam di rumah sakit agar bisa mempecepat
kesembuhan pasien. Tanaman ini jelas melawan polusi jiwa.
5.Lumut
Lumut
yang menempel di batang pohon mampu mendeteksi tingkat polusi udara
suatu daerah. Semakin banyak lumut menempel di sebuah pohon berarti
semakin baik kualitas udara di tempat itu.
6.Tanaman Sirih Belanda (Devil’s Ivy)
Tanaman
perdu yang bisa tumbuh dimana saja, termasuk di dalam pot di halaman
rumah ini mampu menyerap formaldehida dan benzena. Hasilnya rumah pun
lebih segar dan lega untuk bernafas.
7.Kembang Sepatu
Mampu
menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru kita jadi lega. Namun
jangan sekali-sekali menanam bunga kembang sepatu di dekat ruang
Radiografi. Tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi sehingga berbahaya
bagi orang di sekitar tempat radiografi tersebut.
8.Sansevieria
Kalau
kembang sepatu berfungsi melanjutkan radiasi, tidak demikian dengan
tanaman sansevieria ini. Sansevieria mampu menyerap 107 jenis racun,
termasuk polusi udara, asap rokok (nikotin), hingga radisi nuklir,
sehingga cocok dijadikan penyegar. Oya, kaktus juga bisa menghambat
radiasi.
9.Pohon Trembesi
Senin, 22 Oktober 2012
BUDIDAYA TERNAK KAMBING
- KELUARAN
Ternak kambing produksi optimal
- BAHAN
Kambing, pakan, peralatan konstruksi kandang, lahan
- ALAT
Tempat pakan/minum
- PEDOMAN TEKNIS
- Jenis kambing asli di Indonesia adalah kambing kacang dan
kambing peranakan etawa (PE)
- Memilih bibit
Pemilihan bibit diperlukan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Pemilihan calon bibit dianjurkan di daerah setempat, bebas dari penyakit dengan phenotype baik.
- Calon induk
Umur berkisar antara > 12 bulan, (2 buah gigi seri tetap), tingkat kesuburan reproduksi sedang, sifat keindukan baik, tubuh tidak cacat, berasal dari keturunan kembar (kembar dua), jumlah puting dua buah dan berat badan > 20 kg.
- Calon pejantan
Pejantan mempunyai penampilan bagus dan besar, umur > 1,5 tahun, (gigi seri tetap), keturunan kembar, mempunyai nafsu kawin besar, sehat dan tidak cacat.
- Calon induk
- Pakan
- Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai
pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat).
- Pakan tambahan dapat disusun dari (bungkil kalapa,
bungkil kedelai), dedak, tepung ikan ditambah mineral
dan vitamin.
- Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro,
gamal, daun nangka, dsb.
- Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 % berat badan
(dasar bahan kering) atau 10 - 15 % berat badan (dasar
bahan segar)
- Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai
pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat).
- Pemberian pakan induk
Selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1 1/2 % berat badan dengan kandungan protein 16 %.
- Kandang
Pada prinsipnya bentuk, bahan dan konstruksi kandang kambing berukuran 1 1/2 m² untuk induk secara individu. Pejantan dipisahkan dengan ukuran kandang 2 m², sedang anak lepas sapih disatukan (umur 3 bulan) dengan ukuran 1 m/ekor. tinggi penyekat 1 1/2 - 2 X tinggi ternak.
- Pencegahan penyakit : sebelum ternak dikandangkan, kambing
harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat
cacing, dan parasit eksternal dengan dimandikan.
- Jenis kambing asli di Indonesia adalah kambing kacang dan
kambing peranakan etawa (PE)
- SUMBER
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id.
- KONTAK HUBUNGAN
Departemen Pertanian RI, Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesia
- PENDAHULUAN
Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.
- BIBIT
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
- Ciri untuk calon induk:
- Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung
dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
- Jinak dan sorot matanya ramah.
- Kaki lurus dan tumit tinggi.
- Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien),
rahang atas dan bawah rata.
- Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi
dari induk yang muda.
- Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2
buah.
- Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung
dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
- Ciri untuk calon pejantan :
- Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih
besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk,
gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
- Kaki lurus dan kuat.
- Dari keturunan kembar.
- Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.
- Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih
besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk,
gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
- Ciri untuk calon induk:
- MAKANAN
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :
- Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10%
dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5
liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
- Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan
pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan
penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.
- Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10%
dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5
liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
- TATA LAKSANA
- Kandang
Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
- Pengelolaan reproduksi
Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
- Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10
bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan
atau saat bobot badan
mencapai 55 - 60 kg.
- Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama
17 - 21 hari.
- Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum
menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan
bengkak dan mau/diam bila
dinaiki.
- Ratio jantan dan betina = 1 : 10
Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :
- Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).
- Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ±
2 bulan.
- Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).
- Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10
bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan
atau saat bobot badan
- Pengendalian Penyakit
- Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui
sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan
vaksinasi.
- Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan,
kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia),
orf, dan koksidiosis.
- Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui
sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan
vaksinasi.
- Pasca Panen
- Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai
tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit,
tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual
pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar
1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing
cukup tinggi.
- Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45
sampai 50%) karkas x harga daging eceran.
- Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai
tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit,
tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual
pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar
1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing
cukup tinggi.
- Kandang
- CONTOH ANALISA USAHA TERNAK KAMBING
- Pengeluaran
- Bibit
- Bibit 1 ekor pejantan = 1 x Rp. 250.000,- Rp. 250.000,-
- Bibit 6 ekor betina = 1 x Rp. 200.000,- Rp. 1.200.000,-
Total Rp. 1.450.000,-
- Kandang Rp. 500.000,-
- Makanan Rp. 200.000,-
- Obat-obatan Rp. 100.000,-
Total Pengeluaran Rp. 2.250.000,-
- Bibit
- Pemasukan
- Dari anaknya
Jika setelah 1 tahun, ke 6 produk menghasilkan 2 ekor, jumlah kambing yang bisa dijual setelah 1 tahun = 12 ekor. Jika harga tiap ekor Rp. 150.000,- maka dari 12 ekor tersebut akan dihasilkan : 12 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.800.000,- - Dari induk
Pertambahan berat induk 50 gram per ekor per hari, maka setelah 2 tahun akan dihasilkan pertambahan berat : 7 x 50 gr x 365 = 127,75 kg. Total daging yang dapat dijual (7 x 15 kg) + 127,75 kg = 232,75 kg. Pendapatan dari penjualan daging = 232,75 kg x Rp. 10.000,-=Rp.2.327.500,- - Dari kotoran :
Selama 2 tahun bisa menghasilkan ± 70 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 70.000,-
- Dari anaknya
- Keuntungan
- Masuk:Rp.1.800.000+Rp. 2.327.500+Rp. 70.000 == Rp. 4.197.500,-
- Keluar:Rp.1.450.000+Rp.500.000+Rp.200.000+Rp.100.000 == Rp. 2.250.000
- Keuntungan selama 2 th: Rp. 4.197.500,- dikurang Rp. 2.250.000 == Rp. 1.947.500,- atau Rp. 81.145,- per bulan.
- Pengeluaran
- SUMBER
Brosur Ternak Kambing, Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta Pusat (tahun 1997).
- KONTAK HUBUNGAN
Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya No. 11 Jakarta Pusat, Tel. (021) 626 7276, 639 3771 atau 600 7252 Pes. 202 Jakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)